Oleh: wahidin
Puji
dan syukur kami haturkan kepada Allah SWT karena berkat rahmat dan hidayah-Nya
kepada kami semua sehingga masih dapat melaksanakan tugas dengan baik dalam
Menyusun Kurikulum Satuan Pendidikan SD Negeri Cipinang Besar Utara 11 Pagi.
Kurikulum ini menjadi pedoman pelaksanaan kegiatan pembelajaran serta sebagai
upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan. Dalam
penyusunan kurikulum ini dapat diselesaikan berkat keterlibatan oleh semua
pihak yang tersusun dalam Tim Pengembang Kurikulum. Untuk itu kami sampaikan
terima kasih kepada :
1.
Kepala
Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Kota Administrasi Jakarta Timur Bp. M.Fahmi
yang telah memberikan arahan.
2. Kepala Seksi Dinas Pendidiakan Wilayah
I Kota Administrasi Jakarta Timur yang telah memberikan arahan.
3. Kepala Satuan Pelaksana Pendidikan
Kecamatan Jatinegara Bp Drs. H. Nasrudin, MA.Pd, yang telah mendukung dan
memberi motivasi
4.
Pengawas
Binaan II Kecamatan Jatinegara Bp Dr. Istadi, M.Pd, yang telah membimbing dan
mengarahkan penyusunan Kurikulum sehingga dapat berjalan dengan lancar.
5. Bapak/ibu guru dan Tim Pengembang
Kurikulum SDN Cipinang Besar Utara 11 Pagi yang terus berupaya menuntaskan
tugas dan dapat diselesiakan tepat waktu.
6. Komite yang selalu berkolaborasi dalam
pengembangan dan penyusunan.ngat menuntaskan
1.
setiap
tugas.
Sekolah
Dasar Negeri Cipinang Besar Utara 11 Pagi memiliki identitas resmi dengan Nomor
Pokok Sekolah Nasional (NPSN) 20108462 serta mendapatkan akreditasi “A”. Berlokasi
di Jl. Perumpung Tengah, Cipinang Besar Utara, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur.
Lingkungan sekolah ini terletak di wilayah perkotaan Jakarta Timur dan di Tengah
lingkungan padat penduduk memiliki berbagai potensi resiko terkait krisis iklim
yang perlu diidentifikasi dan diantisipasi. Salah satu resiko utama adalah
kualitas udara yang cenderung buruk akibat polusi kendaraan dan minimnya ruang terbuka
hijau juga menjadi ancaman serius bagi kesehatan warga sekolah, terutama
anak-anak. Resiko lain yang tidak kalah penting Adalah kebakaran yang
disebabkan oleh pengelolaan sampah yang kurang terolah.
Melihat
kondisi tersebut, kompetensi Pendidikan Perubahan Iklim (PPI) yang dirasa
paling penting untuk dipelajari di sekolah adalah kemampuan untuk
mengidentifikasi dan mengurangi risiko krisis iklim di lingkungan sekitar.
Kompetensi ini mencakup pemahaman dasar mengenai perubahan iklim, pengamatan terhadap
potensi risiko lingkungan, serta penerapan Tindakan adaptasi dan mitigasi
sederhana yang relevan dengan kehidupan sehari-hari murid. Contohnya, murid
diajak mengenali penyebab dan dampak perubahan iklim, mengamati kondisi
lingkungan sekolah, serta melakukan aksi nyata seperti menanam pohon, memilah
sampah, dan menghemat energi. Dengan pembelajaran yang kontekstual dan
partisipatif, murid dapat tumbuh sebagai agen perubahan yang sadar lingkungan
dan mampu memberikan kontribusi positif dalam menghadapi tantangan krisis iklim
sejak usia dini.
Penyusunan
dan pengembangan kurikulum operasional sekolah tertuju pada pemenuhan kebutuhan
murid dengan mengembangkan kompetensi dalam perubahan kehidupan di abad ke-21 yang
didalamnya terdapat ciri khas dan keunggulan lokal sekolah. Sekolah ini sebagai
salah satu sekolah yang diminati oleh sebagian besar masyarakat di sekitar
wilayah cipinang besar utara ini dikarenakan karena sekolah ini terletak di
wilayah yang stategis yaitu di tengah pemukiman penduduk memiliki beberapa
kekuatan diantaranya: 1) input murid berasal dari keluarga yang peduli terhadap
kepentingan pendidikan; 2) lingkungan tempat tinggal sebagian besar orang tua murid
yang memudahkan sekolah untuk melakukan koordinasi dan komunikasi; 3) kultur
atau kebiasaan masyarakat di kelurahan Cipinang Besar Utara, yang sangat taat
menjalankan ibadah dan bekerja; 4) sarana pendukung layanan proses pembelajaran
yang cukup memadai; 5) merupakan salah
satu sekolah rujukan yang terletak di lingkungan yang padat penduduk; dan 6) letak
sekolah sangat strategis karena akses yang mudah; 7) di sekitar sekolah
terdapat perkantoran pemerintah, antara lain Kelurahan, Puskesmas, dan juga
sarana kegiatan masyarakat berupa RPTRA, di samping itu sekolah juga memiliki
mushala untuk kegiatan keagamaan.
Tidak hanya
keunggulan yang telah disebutkan di atas. Sekolah ini juga memiliki beberapa kekurangan,
yaitu: 1) fasilitas pendukung untuk pengembangan potensi/kemampuan yang
terbatas, salah satunya adalah tidak adanya lapangan olahraga yang sesuai
standar SNP); dan 2) laboratorium IPA yang kurang representatif dan belum
berfungsi secara optimal. Namun, kekurangan ini tidak menyurutkan semangat
warga sekolah, terbukti dari berbagai prestasi yang pernah diraih, di bidang
akademik maupun non-akademik.