Oleh: Karman K. Arre
Kamis, 8 Oktober 2026, Jajaran pengurus PGRI Kabupaten Bekasi bersama pengurus GTK ASN Kabupaten Bekasi menggelar audiensi dengan Senator Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Komite III di Ruang Rapat Padjadjaran Gedung B Lantai 2 DPD RI. Ini bukan kali pertama PGRI Kabupaten Bekasi, mengadakan audiensi dengan berbagai lembaga yang memiliki kewenangan dan tanggung jawab dalam hal kebijakan terkait pendidikan dan profesi guru untuk menyampaikan aspirasi dan tuntutan khususnya menyangkut nasib dan kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan. PGRI Kabupaten Bekasi sadar bahwa organisasi yang besar bukan hanya karena memiliki sejarah yang panjang, tetapi organisasi yang mampu menghadirkan makna bagi masa depan anggotanya guru dan tenaga kependidikan. Begitulah PGRI Kabupaten Bekasi menempatkan dirinya di tengah perubahan zaman, ketika dunia pendidikan bergerak begitu cepat dan persoalan guru semakin kompleks.
Bergerak adalah sebuah keniscayaan.
PGRI bukan organisasi yang dibangun untuk merawat rutinitas business as usual, mengulang seremoni, atau membanggakan masa lalu. PGRI lahir dari semangat perjuangan, tumbuh malalui solidaritas, dan bertahan karena kesadaran bahwa martabat guru harus terus diperjuangkan. Karena itu, diam bukanlah pilihan. Berhenti bukanlah jalan. PGRI harus terus bergerak, sebab zaman tidak pernah menunggu mereka yang terlambat mengambil langkah.
Terus bergerak berarti berani berbenah.
PGRI Kabupaten Bekasi menghadapi tantangan yang tidak ringan. Persoalan kesejahteraan, perlindungan profesi, peningkatan kompetensi, kepastian karier, hingga perubahan kebijakan pendidikan menuntut organisasi untuk hadir secara nyata. Kehadiran organisasi tidak cukup diukur dari banyaknya kegiatan, maraknya acara, atau padatnya agenda organisasi. Parameter yang lebih mendasar adalah sejauh mana anggota merasakan manfaat, memperoleh perlindungan, dan memiliki ruang untuk tumbuh dan berkembang. Sekalipun kadang sering bersebrangan dengan penguasa bahkan berhadapan, itulah risiko yang harus diambil demi memperjuangkan kepentingan dan tuntutan anggota. "Menjadi baik itu mudah, dengan hanya diam maka yang tampak adalah kebaikan. Yang sulit adalah menjadi bermanfaat karena itu butuh perjuangan." KH. Sahal Mahfudz Rais Aam PBNU 1999 - 2014.
Bergerak terus berarti melampaui kebiasaan.
PGRI Kabupaten Bekasi perlu terus membangun organisasi yang modern, terbuka, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan anggota. Konsolidasi tidak boleh berhenti pada penguatan struktur, tetapi harus menjelma menjadi penguatan gerakan. Solidaritas tidak cukup diucapkan dalam pidato, tetapi harus terlihat ketika anggota menghadapi persoalan. Kepemimpinan tidak cukup ditandai oleh jabatan, tetapi dibuktikan melalui keteladanan, keberanian mengambil keputusan, dan kesediaan mendengar suara anggota bahkan dari suara yang paling pelan.
Membumikan organisasi
Organisasi yang membumi adalah organisasi yang memahami persoalan anggotanya, membaca perubahan lingkungannya serta mampu membangun kemitraan tanpa kehilangan kemandirian. PGRI Kabupaten Bekasi telah membangun kemitraan dengan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, perguruan tinggi dan berbagai pemangku kepentingan yang semuanya diarahkan untuk memperluas manfaat bagi anggota.
Terus bergerak, bergerak terus.
Terus bergerak berarti tidak cepat berpuas diri. Bergerak terus berarti tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan. Keduanya merupakan sikap yang harus menyatu dalam jiwa setiap insan PGRI. Sebab, organisasi yang berhenti bergerak akan kehilangan relevansi, terapi organisasi yang terus bergerak dengan arah, gagasan, dan keberpihakan akan selalu menemukan alasan untuk tumbuh. PGRI Kabupaten Bekasi, teruslah bergerak. Bergeraklah dengan pikiran yang jernih, hati yang tulus, langkah yang terukur, dan semangat perjuangan yang tidak pernah padam. Terus bergerak, bergerak terus, adalah komitmen untuk menjaga martabat guru, memperkuat organisasi, dan membangun masa depan pendidikan yang lebih bermakna.
Tambun, 11 Oktober 2026