Oleh: Marta Wijaya
Mengutip buku The Logical Fallacies : Kesalahan Berlogika
Yang Dianggap Berpikir Kritis oleh Siti Nur Indasah, kata fallacy berasal dari
bahasa Latin "fallacia" yang berarti tipuan, penipuan, atau penipu. Logical fallacy adalah argumen tipuan atau salah yang tampak kuat dan
meyakinkan karena persuasi psikologis. Padahal, argumen tersebut terbukti salah
setelah melalui penalaran dan pemeriksaan lebih lanjut. Kesalahan logika juga dapat diartikan sebagai penilaian
atau argumen berdasarkan pemikiran logis yang buruk, kesalahan dalam penalaran,
atau kesalahan dalam menyusun logika berpikir yang tepat dalam sebuah argumen. Kesalahan logika bisa terjadi akibat manusia
tidak disiplin dalam mengolah pemikirannya, baik secara sadar maupun tidak.
Logical fallacy dapat pula terjadi karena kemampuan intelektual yang kurang
sehingga secara tidak sengaja terjadi kesalahan nalar.
Namun, orang
berintelektual tinggi juga tak sedikit yang sengaja menggunakan logical fallacy
untuk memperkuat argumen, memperkuat orang lain, atau melakukan sebuah
pembenaran. Hal ini bisa dijumpai pada forum debat atau diskusi sehingga
membuat pihak yang berargumen kehilangan fokus mengenai topik yang dibahas. Dilansir Hubspot dan Scribbr, berikut
beberapa jenis kesalahan logika yang umum ditemukan dalam diskusi, media,
sampai esai :
1. 1. Straw Man Fallacy
Kesalahan
ini terjadi ketika lawan bicara terlalu menyederhanakan atau salah mengartikan
argumen sehingga membuatnya seakan sepele dan mudah dibantah. Contoh straw man fallacy pada petikan dialog
berikut :
John : "Saya pikir kita harus menyewa seseorang untuk mendesain ulang
situs web kita."
Lola : "Maksudmu kita harus menghabiskan uang untuk sumber daya
eksternal alih-alih membangun tim desain internal? Itu akan merugikan
perusahaan kita dalam jangka panjang."
2. Bandwagon Fallacy
Bandwagon
fallacy terjadi ketika seseorang mendasarkan validitas argumennya pada seberapa
banyak orang yang percaya atau melakukan hal yang sama. Dengan kata lain,
sesuatu diklaim pasti benar hanya karena itu adalah hal atau pendapat populer.
Padahal, popularitas saja tidak cukup untuk memvalidasi suatu argumen.
Contoh
bandwagon fallacy :
"Banyak orang percaya bahwa yoga
membantu kita untuk berhubungan dengan jati diri kita yang sebenarnya. Oleh
karena itu, yoga merupakan cara terbaik untuk berhubungan dengan jati diri kita
yang sebenarnya."
3. Appeal to Authority Fallacy
Appeal
to authority fallacy mempercayai argumen yang dianggap benar oleh orang yang
lebih berkuasa dan diyakini oleh orang lain. Hal ini disebut pula banding otoritas palsu atau sesuatu yang belum
tentu kebenarannya tapi diakui dan dianggap benar.
Contoh
appeal to authority fallacy :
"Seorang kakak ipar mengatakan
kepada adik iparnya yang baru bahwa setiap berkunjung ke rumah ibu mertua
alangkah baiknya membawakan makanan kesukaannya, yaitu opor ayam. Dalam hal
ini, sang adik harus memenuhi keinginan kakak iparnya karena merasa tidak
memiliki alasan untuk menolak. Padahal, tidak menutup kemungkinan ibu mertuanya
menginginkan makanan yang lain."
4. False Dilemma Fallacy
Kesalahan
logika ini terbilang menyesatkan dengan menyajikan isu kompleks dalam bentuk
dua sisi yang pada dasarnya saling bertentangan. Contoh false Dilemma fallacy :
"Kita
bisa menyetujui rencana Fadil atau membiarkan proyek itu gagal. Tidak ada
pilihan lain."
5. Hasty Generalization Fallacy
Kekeliruan
ini terjadi ketika seseorang menarik kesimpulan yang luas berdasarkan bukti
yang tidak mampu atau tidak cukup. Dengan kata lain, kesimpulan tentang suatu
hal terlalu terburu-buru diambil dan hanya didukung beberapa atau tidak cukup
bukti yang jelas. Adapun argumen potensial lain justru diabaikan.
Jika
ditemui kesalahan ini, maka biasanya sering terjadi kesalahan yang
berkelanjutan. Contoh sederhana hasty generalization fallacy :
"Kambing etawa menghasilkan
susu."
Penjelasan : Kalimat tersebut merupakan
sebuah kebenaran yang diterima secara umum. Akan tetapi lebih baik mengatakan,
"Beberapa kambing etawa menghasilkan susu." Hal ini lantaran kambing
etawa jantan tidak menghasilkan susu.
6. Red Herring Fallacy
Red
herring fallacy adalah kekeliruan yang disengaja untuk menyesatkan dan
mengalihkan perhatian khalayak dengan mengemukakan isu yang tidak berkaitan
dengan topik yang sedang dibahas. Dengan kata lain, ini dilakukan untuk
mengganti pokok bahasan dan mengalihkan perhatian ke hal lain.
Contoh
red herring fallacy :
"Sehubungan dengan dakwaan korupsi
yang baru-baru ini saya terima, mari kita perjelas apa yang sebenarnya penting:
pengangguran! Kita benar-benar perlu fokus pada penciptaan lapangan kerja, dan
berdasarkan rencana 10 poin saya, inilah yang dapat kita capai ..."
7. 7. Slippery Slope Fallacy
Kesalahan
logika ini terjadi ketika seseorang meyakini bahwa langkah atau tindakan awal
bakal menyebabkan serangkaian kejadian yang mengakibatkan perubahan drastis
atau hasil yang tidak diinginkan. Di sisi lain, tidak ada bukti yang dapat
membuktikan bahwa reaksi berantai itu akan benar terjadi.
"Pemerintah seharusnya tidak
melarang narkoba. Kalau tidak, pemerintah juga harus melarang alkohol dan
rokok. Lalu, gula dan junk food juga harus diatur. Yang terjadi kemudian, pemerintah akan memaksa
kita untuk berolahraga setiap hari! Pada akhirnya, pemerintah akan
mengendalikan setiap aspek kehidupan kita!"
Nah, itu tadi penjelasan arti logical
fallacy dalam filsafat beserta jenis-jenis yang umum dan contohnya. Pengetahuan
logical fallacy ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga
tidak mudah terjebak dalam kesalahan pikir dan pendapat populer.
Literatur :
"LOGICAL FALLACY"
KEKELIRUAN YANG MEMPENGARUHI CARA BERPIKIR KITA
https://www.youtube.com/watch?v=iA5zi0R8VlQ
Logika
Logika adalah sarana
untuk berpikir sistematis, valid dan dapat dipertanggungjawabkan.
Karena itu, berpikir logis adalah berpikir sesuai dengan aturan-aturan
berpikir, seperti setengah tidak boleh lebih besar daripada satu. Logis dalam
bahasa sehari-hari biasa disebut dengan masuk akal (Rapar, 1996).
Logis adalah dalam Kamus
Besar Bahasa Indonesia (KBBI) diartikan sebagai pemikiran
sesuai dengan logika, benar menurut penalaran, dan masuk akal.
Asal usul kata logis adalah berasal dari bahasa Yunani “logos” yang menunjukkan
hasil pemikiran.
https://www.ruangguru.com/blog/logika-matematika
Pernyataan Majemuk : Dalam
ilmu matematika, terdapat 4 macam pernyataan majemuk,
yaitu konjungsi, disjungsi, implikasi, dan biimplikasi.
Konjungsi
adalah pernyataan
majemuk dengan kata hubung “dan”. Sehingga, notasi
“p ∧
q” dibaca “p dan q”.
Disjungsi adalah pernyataan majemuk dengan kata hubung
“atau”. Sehingga notasi
“p ∨ q” dibaca
“p atau q”.
Implikasi adalah pernyataan majemuk dengan kata hubung “jika… maka…” Sehingga
notasi dari “p ⇒ q” dibaca
“Jika p, maka q”.
Biimplikasi adalah pernyataan majemuk dengan kata hubung “…
jika dan hanya jika”.
Sehingga, notasi dari “p ⇔ q” akan dibaca “p jika dan hanya jika q”.